Kontribusi Remaja dalam Memerangi Narkoba

BELUM lama ini Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sukabumi melaksanakan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) dengan tema “WAR ON DRUGS”, yang bertempat di Jl. Gelanggang Pemuda Cisaat, Sukabumi pada tanggal 26 Juni 2021. Pada kesempatan itu juga sekaligus menyelenggarakan pemilihan Duta Anti Narkoba Kab. Sukabumi dengan tujuan diharapkannya para peserta dapat memahami bahwa bahaya Narkoba menurut agama itu dapat merusak moral dan juga rusaknya iman, tidak hanya itu bahaya Narkoba tidak hanya berdampak pada fisik saja tetapi berdampak buruk juga pada kesehatan kelangsungan hidup serta merusak masa depan bangsa. ‘’Dikutip dari halaman Tweet BNNK Sukabumi”

Dengan terpilihnya 20 finalis peserta Duta Anti Narkoba dan terpilih 6 orang juara sebagai Duta Anti Narkoba Kabupaten Sukabumi. Sebagaimana diamanatkan oleh ibu Dr. (Cand) M. Retno Daru Dewi, AMK., S.Psi., M.Si. selaku Kepala BNNK Sukabumi, “mari kita perang melawan Narkoba dengan memberikan pemahaman mengenai dampak dan akibat dari bahaya Narkoba kepada orang-orang terdekat & masyarakat luas”.
Pada kegiatan ini penulis sebagai pelajar berkesempatan menjadi finalis tersebut.  Juga berharap melalui kegiatan ini, tumbuhnya rasa semangat kita sebagai pelajar Indonesia untuk ikut serta aktif dalam menyuarakan P4GN (Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika) di masyarakat luas terutama dikalangan para pemuda. Sebagai duta berarti menjadi perwakilan atau public figure pada kegiatan pencegahan Narkoba terkhususnya di wilayah Kabupaten Sukabumi. Dan tantangan terbesar menghadapi Narkoba yaitu bagaimana cara membentuk pola pikir kita dimana harus mampu bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, karena pada dasarnya Narkoba itu sangat berbahaya.

Pada dasarnya Narkoba tetap menjadi penghalang Negara Indonesia untuk menjadi maju. Karena akibat dari penyalahgunaan Narkotika di Indonesia dapat membunuh generasi muda kita yang juga terdapat berbagai masalah penghambat kemajuan bangsa lainnya seiring meningkatnya terorisme, radikalisme, bahkan korupsi. Namun tantangan ini ada bukan untuk dihindari tetapi ada untuk dihadapi. Pandemi tidak menjadi penghalang untuk kami tetap beraksi dalam menyuarakan stop Narkoba. 

Seperti yang kita ketahui sekarang ini adalah zamannya media digitalisasi kita semua bisa aktif kontribusi dengan memanfaatkan media digital sebagai sarana sosialisasi menyuarakan program P4GN. Karena dalam hal ini, peranan seorang pelajar juga tidak kalah pentingnya dalam menyuarakan Stop Narkoba dengan memanfaatkan media digital tersebut karena seorang pelajar merupakan harapan terbesar bangsa negara Indonesia yang bisa dikatakan akrab dengan dunia digital saat ini. Tentunya saja perlunya pemahaman yang begitu luas bagi para remaja dan terkhusus bagi seorang duta mengenai wawasan luas dampak, bahaya akibat Narkoba. 
Akan tetapi pada saat ini karena kurangnya pemahaman mengenai bahaya Narkoba, tidak sedikit banyak masyarakat luas terutama pelajar yang terjerumus menyalahgunakan obat-obat terlarang. Alasan pertama kali remaja menggunakan Narkotika adalah karena coba-coba dan bujukkan dari teman, dan tentunya  juga akibat faktor keluarga. Contohnya, kondisi rumah yang tidak kondusif, atau kurang mendapatkan perhatian dari orang tua dan saudaranya (broken home). Selain itu, kebiasaan merokok merupakan perilaku remaja yang paling beresiko terhadap penyalahgunaan Narkoba. Karena rokok memiliki kandungan yang salah satunya Nikotin yaitu zat berbahaya penyebab kecanduan (adiksi).

Remaja hingga kini masih menjadi sasaran empuk bagi para pengedar Narkoba. Indonesia dipahami sebagai negara yang sangat kaya dan makmur, dan tentunya saja menjadikan kecemburuan negara-negara lain untuk dapat menikmati sumber daya alam. Karena rupanya Indonesia tidak boleh maju dan berkembang. Maka salah satu sasarannya adalah generasi milenial yang akan diberikan mainan (sebenarnya racun) yang mampu menggiurkan dunia berupa Narkoba.

Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat terutama sebagai pelajar mulai bijaklah terhadap faktor lingkungan masyarakat, pertemanan maupun keluarga. Gunakan masa muda kita untuk melakukan hal-hal yang lebih produktif dan bermanfaat, walaupun covid-19 seperti yang kita ketahui tengah melanda negara kita tercinta ini. Akibat pandemi menjadikan kita lebih mandiri dan berani, tentunya saja berani berkata tidak untuk diri sendiri yang mampu menjerumuskan kita terutama pada hal-hal yang tidak bermanfaat.
Sinergis Unggul Komitmen Antusias Bertanggungjawab Untuk Masyarakat Indonesia. #WARONDRUGS
#INDONESIABERSINAR
#SUKABUMIBERSINAR

Komentar

Postingan Populer